
aku terjaga jam 03.00 pagi. sangat malas sekali untuk bangun, anaku udah bangun lebih dulu, aku tetap memejamkan mata dan ingin bermalas malas untuk sejenak tapi aku langsung tersentak ketika hari sebelumya aku membaca sebuah facebook " tahajud Center " disana di tulis bahwa untuk mencapai kebahagian salah satunya melaksanakan shalat tahajud.tanpa berfikir panjang aku langsung berdiri dan ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. gosok gigi sebentar untuk menghilangkan perasaan tidak enak yang menyelimuti seluruh ruang mulutku. aku berwudu dan tidak lupa untuk berintinsak, agar aku terhindar dari penyakit flu yang sering kali menyerangku. aku bergegas untuk melaksanakan sholat isya yang sengaja aku tinggalkan semalam biar aku bisa laksanakan sebelum tahajud.aku ajak buah hatiku untuk sholat berjamaah dengan mengamparkan satu lagi sajadah, anaku sangat girang dan tanpa memperdulikan kewajiban sebagai makmum dia langsung takbiratul ihram ketika aku belum melaksanakan dan langsung di susul dengan ruku dan sujud tanpa melaksanakan iftitah. tapi aku biarkan saja karena niatku hanya memperkenalkan saja sholat itu sejak awal. aku melaksanakan solat isya dengan khusu walaupun di sela gerakan kadang terfikir tentang sikap bos ku yang begitu tega memperlakukan aku, aku merasa salah tapi aku pikir ada toleransi biar kesalahan aku bisa beliau tutupi tapi tidak demikian tapi sudahlah itu sudah terjadi dan aku juga sudah menggganti sisa uang yang telah aku pake. aku menerima dengan lapang dada bahawa semuanya berasal dari allah. allah bisa saja menutupi kekuranganku dan rasa malu tapi ini tidak terjadi. tuhan telah jengkel denga kelakuanku yang sering kali meremehkan segala persoalan . tapi ....
aku sebenarnya bukan merrmehkan tapi lebih tepat aku menerima semua kenyataan yang ada di depan mataku dan aku tidak perduli dengan keadaan esok hari karena esok adalah sesuatu yang belum pasti.
setelah melaksanakan sholat isya kemudian aku membaca sholawat , mengirim doa kepada nenek kakeku yang lam sudah lama meninggalkanku tidak lupa aku menerina ciuman tangan dari anaku, aku merasa bahagia dan di sana aku bersukur di tengah himpitan masalah yang membelungguku aku masih bisa melihat anaku tersenyum dan duduk di pangkuanku ketika aku sedang berdzikir memuja allah swt.
